KEJARI KAB PASURUAN ADAKAN PROGRAM JAKSA MASUK PESANTREN (JMP) DI PONPES SYAMSUL ARIFIN

Sumber Gambar : HUMAS Kejari Kabupaten PasuruanADHYAKSAPASURUAN- Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan penerangan hukum di Ponpes Syamsul Arifin, Kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan, pagi tadi Senin (25/02/2019). Penerangan Hukum kali ini merupakan turunan dari program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) dan STOP Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang setiap tahun diselenggarakan guna memberikan edukasi siswa, santri, dan anak jalanan dibidang hukum.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Ponpes ini dimulai sejak pukul 11.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, H. Muh Noor HK, SH., MH yang didampingi oleh Kasi Intelijen I Wayan Oja Miasta, SH.,MH, Kasi Pidsus Denny Saputra, SH, dan beberapa jaksa fungsional.Kasi PIDSUS Denny Saputra, SH saat memberikan materi

Dalam kegiatan ini terdapat tig amateri yang disampalikan yaitu menegenai Narkotika, UU ITE, dan Perlindungan anak. Tiga materi ini merupakan materi pokok yang wajib diberikan kepada anak-anak. Pasalnya dalam satu tahun ini terjadi berbagai kasus anak yang disebabkan dari salah satu materi yang disampaikan tersebut.

Kejari Dalam Sambutanya mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren juga tidak luput dari tindakan-tindakan santri yang melanggar hukum. Meskipun pondok pesantren diakui selama ini merupakan pusat pendidikan karakter yang baik bagi anak. Namun tidak menutup kemungkinan pondok juga menjadi tempat-tempat pelaku kejahatan yang melanggar tata hukum negara.

“Perlunya diadakan penerangan hukum di pesantren yaitu untuk membentengi santri dari segala upaya tidakan-tindakan yang dapat melanggar hukum. Baru-baru ini sering kita mendengar dan melihat banyak sekali pondok pesantren yang tercoreng namanya. Akibat dari kelalaian pengurus pondoknya dalam memberikan edukasi soal hukum kepada santri-santrinya,” Ungkapnya.

Selain itu, Bapak kelahiran Bone ini juga menghimbau agar santri dan pengurus yayasan agar sama-sama menjaga dan saling memperingati demi terwujudkan sebuah lembaga pendidikan yang baik.

Disamping itu, Pembina Yayasan Ponpes Syamsul Arifin KH. Sonhaji Damanhuri juga mengungkap bahwa pihaknya akan selalu aktif dalam memberikan pemahaman kepada santri-santrinya terkait dengan hukum agar tercipta lingkungan pesantren yang aman, tentram, dan damai sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara dalam hal pembangunan karakter generasi muda bangsa.

“Tentunya dengan kegiatan yang positif yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan ini. Mudah-mudahan kami tetap selalu konsisten  dalam hal memberikan pendidikan karakter yang baik bagi santri dan memberikan pemahaman mengenai hukum. Baik hukum yang berlaku di negara. maupun hukum yang ada dimasyarakat,” ungkapnya. (**)