300 SISWA SMP NEGERI 2 PANDAAN IKUTI PENERANGAN HUKUM DARI KEJARI KAB. PASURUAN

Sumber Gambar : HUMAS Kejari Kabupaten Pasuruan

ADHYAKSAPASURUAN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan memberikan Penerangan Hukum di aula SMP Negeri 2 Pandaan Kabupaten Pasuruan pagi tadi, Selasa (26/02/2019). Penerangan hukum ini merupakan wujud dari program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan STOP Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Kejari Kabupaten Pasuruan.

Penerangan hukum yang diikuti oleh siswa-siswi SMP yang berjumlah lebih dari 300 anak dan diikuti oleh beberapa dewan guru ini, langsung dipimpin oleh Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (BB & BR) Trian Yuli Diarsa, SH., MH dan didampingi oleh beberapa jaksa fungsional yang ada di Kejari Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan kali ini materi yang diberikan adalah mengenai Perlindungan Anak dan Narkotika. Menurut Kasi BB & BR penerangan hukum ini hampir sama dengan penerangan hukum sebelumnya. Pasalnya, perkara-perkara yang dihadapi  selama ini oleh  Kejari Kabupaten Pasuruan adalah masih seputar dari materi tersebut.

“Kasus-kasus anak hingga saat ini masih seputar soal materi yang dimaterikan hari ini. Yakni, Narkotika dan Perlindungan Anak,” Ungkapnya.

Salah satu jaksa fungsional yang memberikan materi tentang Narkotika

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bahwa siswa-siswi yang ada di SMP Negeri 2 Pandaan ini sudah mengenali materi-materi yang disampaikan. Jadi, tim Penkum ini tidak perlu banyak menjelaskan terkait materi, hanya dibutuhkan penggambaran-penggambaran kegiatan yang biasa dilakukan anak. Agar anak memahami bahwa beberapa kegiatan yang dialkukan ada sebagian yang mengandung indikasi tindakan melanggar hukum.

“Banyak siswa yang sudah memahami. Kami tidak perlu panjang lebar untuk memberikan pemahaman soal pasal-pasal. Mereka hanya butuh penggambaran tindakan atau kegiatan apa saja yang termasuk tindakan pelanggaran hukum,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pandaan, Drs. H. Heru Santoso. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah membangun sinergitas anatara lemabaga-lembaga yang ada di kecamatan pandaan. Seperti; Polsek, Koramil, Kecamatan, dan kelurahan. Demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dari tindakan-tindakan yang dapat melanggar hukum.

“Kami sudah membangun sinergitas dengan beberapa lembaga yang ada di Kecamatan Pandaan ini. Hal ini dimakasudkan agar setiap lembaga tersebut ikut juga mengontrol dan memberikan pengawasan kepada siswa-siswa agar tidak ikut larut melakukan tindakan yang dapat melanggar hukum,” ungkapnya.

Selain memberikan materi soal hukum. Para jaksa juga membawa souvenir tas sekolah dan pin untuk dibagikan kepada siswa-siswi yang aktif memperhatikan dan memberikan pertanyaan soal materi yang disampaikan. (**)