Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Kabupaten Pasuruan Berikan Materi Narkotika di PonPes Afdhal Sunniyah Salafiyah

Foto Bersama yang diikuti oleh Jaksa, Ustadz, Pengurus Yayasan, dan puluhan santri Ponpes Afdhal Sunniyah Salafiyah. Sumber Foto : HUMAS Kejari Kab Pasuruan

ADHYAKSAPASURUAN- Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan penerangan hukum di Ponpes Afdhal Sunniyah Salafiyah, Kecamatan Kraton, kabupaten Pasuruan, pagi tadi Rabu (27/02/2019). Penerangan Hukum kali ini merupakan turunan dari program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) dan STOP Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang setiap tahun diselenggarakan guna memberikan edukasi kepada santri dibidang hukum.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Ponpes ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini, dipimpin oleh Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (BB & BR), Trian Yuli Diarsa, SH.,MH dan didampingi oleh beberapa jaksa fungsional.

Dalam kegiatan ini terdapat materi yang disampaikan yaitu mengenai Narkotika. Materi ini merupakan materi pokok yang wajib diberikan kepada santri. Pasalnya sejauh ini narkotika menjadi salah satu penyebab kenakalan remaja yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Kasi BB dan BR mengungkapkan bahwa langkah ini dimaksudkan agar keberada pesantren tetap menjadi pusat pendidikan yang positif bagi masyarakat, ditengah-tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. “Perlunya diadakan penerangan hukum di pesantren yaitu untuk membentengi santri dari segala upaya tidakan-tindakan yang dapat melanggar hukum terutama soal Narkotika,” ungkapnya.

Penyerahan souvenir Kejaksaan Negeri Kab Pasuruan yang diwakili oleh Kasi BB & BR

Selain itu, ia juga menghimbau agar santri dan pengurus pondok pesantren agar sama-sama menjaga dan saling memperingati demi terwujudkan sebuah lembaga pendidikan yang baik. “Setiap orang yang ada di lingkungan pondok pesantren memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan segala hal yang kurang baik, lebih-lebih soal narkotika. Karena jika ketahuan menggunakan atau membawa narkoba tidak juga diingatkan dan dilaporka. Maka yang menerima imbasnya dalah semua orang yang ada di lingkungan ponpes dan nama lembaga juga menjadi taruhannya,” pungkasnya. (**)