PULUHAN KEPALA DESA IKUTI SOSIALISASI TP4D KEJARI KAB.PASURUAN

Sambutan sekaligus pembukaan Sosialisasi TP4D dan Pemilu 2019 Kepala Kejari Kab. Pasuruan, H. Muh Noor HK, SH., MH

ADHYAKSAPASURUAN- Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan hari ini, Jumat (22/3/2019) mengadakan sosialiasi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan Pemilu tahun 2019 di aula Kejari Kabupaten Pasuruan kepada Asosiasi Kepala Desa (AKD) se kabupaten Pasuruan.

kegiatan yang dibuka sejak pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, H.Muh Noor HK, SH.,MH yang didampingi oleh Ketua TP4D, I Wayan Oja Miasta, SH.,MH dan ketua AKD Kab. Pasuruan,  Agus Supriyono. Selain itu juga diikuti oleh 25 kepala desa dan para jaksa fungsional dijajaran kejaksaan negeri kab. Pasuruan

Agus dalam sambutanya mengungkapkan bahwa kekhawatirannya kepada beberapa kepala desa tentang penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang tidak tepat sasaran. Mengingat banyak sekali kepala desa dan perangkatnya yang masih minim melek terhadap teknologi.

“Dengan banyaknya anggaran yang diberikan kepada desa bukan berarti membuat kepala desa dan perangkatnya senang. Melainkan kekhawatiran penggunaan dana yang tidak tepat sasaran menjadikan kepala desa akan berhadapan dengan para jaksa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Agus juga menyampaikan agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan juga memberikan pembinaan kepada para kepala desa-kepala desa di Kabupaten Pasuruan agar tidak berhadapan dengan tindak pidana.

“Agar tidak berhadapan dengan hukum, Kami mohon kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan agar para kepala desa diberikan pendampingan” imbuhnya.

Hal senada juga disampiakan oleh Kepala Kejari Kab. Pasuruan, H. Muh Noor HK, SH.,MH. Kajari juga menuturkan bahwa Kejaksaan akan memberikan pendampingan yang baik kepada kepala-kepala desa yang baik tanpa dipungut biaya apapun.

“Kami akan selalu memberikan ruang dan waktu untuk memberikan pendampingan kepada kepala-kepala desa. Pendampingan apapun yang dibutuhkan oleh kepala desa akan kami sediakan. Jangan Khawatir, semuanya tidak dipungut biaya (gratis),” tuturnya.

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bahwa kecenderungan birokrasi saat ini adalah mencari celah dan mencari titik-titik yang dapat digunakan untuk memanfaatkan anggaran desa. Sehingga, tidak sedikit pula kepala desa yang dipanggil oleh kejaksaan untuk mempertanggung jawabkan tindakannya tersebut.

Dengan melihat beberapa kejadian yang dialami oleh kepala desa-kepala desa tersebut. Maka Kejari Kab. Pasuruan memberikan sosialisasi TP4D guna menjaga penyalah gunaan anggaran desa yang digunakan untuk pembangunan.

“TP4D hari ini tidak hanya mendampingi pembangunan proyek besar nasional dan daerah saja. Tapi juga mendampingi pembangunan-pembangunan desa dengan tujuan agar anggaran dana digunakan dengan tepat sasaran” pungkasnya.