PELATIHAN WIRAUSAHA, IBU-IBU IAD ADAKAN PELATIHAN MEMBATIK

Ketua IAD Daerah Kabupaten Pasuruan, Ny. Darmawaty Noor menunjukkan karya membatiknya

ADHYAKSA PASURUAN- Menjadi pengusaha batik kini banyak diminati oleh ibu-ibu rumah tangga. Tidak peduli mereka yang banyak disibukkan dengan pekerjaan kantor atau mereka yang tidak memiliki aktifitas apapun di rumahnya.

Alasan memilih berwirausaha batik selain memiliki banyak peminatnya adalah tingkat pembuatanya juga bisa digolongkan sangat mudah dan tingkat kegagalannya pun hampir tidak ada.

Pasalnya, semakin motifnya abstrak. Maka peminatnyapun semakin tinggi, karena memiliki corak batik yang khas.

Tingginya peminat berwirausaha dibidang fashion Batik ini terbukti dengan banyak pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pemerintah maupun lembaga swasta untuk memberikan keahlian bagi masyarakat dalam hal membatik.

Proses membatik dengan menggunakan teknik batik shibori

Seperti yang dilakukan oleh Ibu-ibu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) daerah Kabupaten Pasuruan dalam peringatakan hari Kartini, kamis (25/4/2019) kemarin. Mengadakan pelatihan membatik dengan menggunakan teknik Shibori di aula Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Dalam pelatihan ini, mereka dipandu langsung oleh kelompok-kelompok batik Surabaya dan diikuti oleh seluruh anggota IAD dan beberapa pegawai perempuan Kejaksaan.

Saat ditemui, Ketua Bidang Ekonomi IAD Daerah Kabupaten Pasuruan, Ny. Rescy Andrianingtyas Diarsa mengungkapkan bahwa pelatihan membatik ini diadakan bermaksud untuk memberikan pelatihan keterampilan wirausaha batik bagi anggota IAD dan pegawai perempuan di Kejaksaan.

“Siapa tahu para-para ibu disini memiliki minat untuk memiliki usaha batik dirumahnya melalui pelatihan membatik shibori ini,” ungkapnya.

Selain membatik, menurut ketua bidang Ekonomi juga disampaikan akan diadakan lomba bagi ibu-ibu yang hasil karya bartiknya bagus dan memiliki corak yang khas.

Selanjutnya, Ketua umum IAD Daerah Kabupaten Pasuruan Ny. Damawaty Noor mengungkapkan bahwa pelatihan-pelatihan wirausaha ini diharapkan selalu diadakan guna meningkatkan keterampilan bagi anggota IAD dan karyawan perempuan Kejaksaan. (*)